Pages

16 Sept 2008

Puasa dan apapun itu...

Sebelas bulan penuh keringat, akan segera dihapus dengan sebulan penuh perenungan. Kita diibaratkan "mandi besar" pada bulan ini. Ya, tidak berlebihan mengingat banyak dan bahkan seabrek keutamaan pada bulan yang "konon" dinamakan bulan seribu bulan. Ramadhan.

Identitas Ramadhan itu sendiri tak lepas dari puasa dan tambahan ibadah lainnya. Karena pada bulan ini banyak sekali "iming-iming" yang disajikan. Mulai dari rahmat sampai pengampunan dosa. Sehingga tak sedikit dari kita berlomba-lomba pada bulan ini untuk mendapatkan keutamaannya. Allah memang Maha Adil dan Maha Kuasa. Subhanak ya Robb !

Puasa. Lebih identik dengan bulan Ramadhan (bulan seribu berkah). Jikalau kita sodorkan kata puasa pada anak SD, pasti yang ada dibayangan mereka adalah bulan Ramadhan. Mengapa ? Entahlah.. Mungkin karena "doktrin" puasa itu ko terkesan lebih gencar saat bulan Ramadhan saja. Jarang kita menemukan "doktrin-doktrin" yang lain di bulan lain.

Dari berbagai cerita yang muncul saat bulan Ramadhan ini, adalah cerita bahwa tidur di bulan Puasa adalah ibadah.
Berikut Hadits dan penjelasannya…
“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya setara tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan (pahalanya), doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni” (HR. Al-Bayhaqi)
Al-Bayhaqi menilai hadis ini dhaif, al-Suyuthi dan al-Munawi mengamininya.
Kedhaifan hadis dikarenakan dalam sanadnya terdapat Ma’ruf bin Hisan, seorang perawi yang dhaif, dan Sulayman bin ‘Amr al-Nakha’i yang dinilai sebagai sosok pendusta.

Dan masih banyak cerita lain, yang menurut saya pribadi sah-sah saja. Selama itu bisa membuat kita merasa terpacu untuk melakukan pekerjaan yang berguna bermanfaat.

Disayangkan, dibalik banyaknya berkah yang muncul saat bulan ini. Banyak pula musibah yang bisa kita lihat secara nyata.
Ada 'amar ma'ruf nahi munkar, malah kepleset menjadi 'amar munkar. *Aplikasinya bisa diterjemahkan sendiri.
Ada istilah setan dibelenggu dibulan ini, tapi masih adaaaaaaaaa saja setan-setan berkeliaran.

Solusi ?
Yah.. Solusi ada diri sendiri. Dari 'azzam yang kuat untuk beribadah dibulan ini sampai melakukan nafilah-nafilah baik yang lain. Tapi alangkah lebih baik lagi seandainya semua kebaikan tersebut tidak hanya stagnan di bulan ini. Melainkan ada pula di bulan-bulan yang lain. Dan tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk terus "mandi besar" dibulan yang lain.

Terus sucikan diri, dengan puasa atau apapun itu…

(penulis adalah orang biasa yang berusaha menerjemahkan kebaikan dalam tulisan)

1 comment:

Anonymous said...

Selamat menunaikan ibadah puasa ^^!


Kupungut pundi-pundi memori yang tercecer di pikiran dan hati. Kupaksa tunduk meriam ego dari hijaunya rumput-rumput ambisi. Berteriakku pada hening lembayung jiwa yang tak kunjung bertepi. Bergelayutku pada curamnya rongga-rongga hakiki. Tiba-tiba diam terjatuh pada tumpulnya duri angka-angka binari. Kuyupku oleh kumpulan bilangan nol dan satu yang berganti-ganti. Mereka meminta verifikasi data pribadi yang terenkripsi dalam mimpi. Tapi terganjal oleh tebalnya sandi dalam hitungan sanubari. Apakah ini cuma emosi dalam wujud simpati? Bukankah ini cuma malam bertopeng hari? Tidakkah mereka bisa merubah alegori imaji? Sadarkah bahwa bumi cuma sugesti? Oh keinginan yang tak kunjung berhenti. Istirahatlah kau dalam pelukan bulan suci tahun ini. Biarkanlah aku, dia, dan kami semua, berperisai dalam janji. Berkepompong erat hingga bisa berpendar kembali.