Hitam menjadi malu tatkala berjumpa
putih. Yang indah seakan bosan
menunjukkan keindahannya. Kekotoran
merajalela. Tak ada terlihat sang Jagoan
yang dulu kerap datang di akhir. Kini,
sang Jagoan pun harus tertunduk malu
meratap kesalahannya. Tak ada yang
sempurna, dan tak ada pula yang mencoba
untuk bisa berbuat sempurna. Apakah ini
yang dinamakan berjalan atas takdir ?
Atau ini hanya tingkah hipokrit yang
beraksi bagaikan bunglon di zaman yang
keras ini ?
Mereka yang dianggap panutan sudah bosan
dengan identitas mereka yang baik.
Mereka yang tak dianggap panutan lantas
berkata "Mereka yang suci saja enggan,
apalagi kami yang durjana ini"
Duhai zaman !
Kejamnya menusia pada umurnya, pada
waktunya, pada malunya.
Hanya saja, syukurlah mereka masih malu
pada Tuhan mereka.
Yang muda tersesat saat mencari jati
dirinya untuk dibawa pulang, yang tua
pun bercerai dengan nuraninya. Kini, tak
ada kesejukan harmoni indah perdamaian,
tenangnya kewajaran serta kesopanan.
Yang ada hanya terjebak dalam arus deras
mode dan stye. Dan phobia berlebihan
kalau seandainya dianggap ketinggalan mode.
Inikah yang mereka sebut kemajuan ?
Lantas analoginya antara suksesnya zaman
dulu dengan zaman sekarang...! Bukan
pada adab dan kesopanan. Atau mereka
melewatkan satu halaman dan disana
terselip kata "BERADAB ITU INDAH".
28 Mar 2008
Aku bertanya dan diriku menjawab
Aku bertanya :
Dimana bisa kutemui kedamaian ?
Diriku menjawab :
Kau akan temui kedamaian disana, dimana
engkau sudah dengan tenang menyetorkan
kedamaian yang engkau jaga.Dan kedamaian
yang kau jaga, berkata padamu:
"Terimakasih telah menjagaku, walau ku
tak tahu sebenarnya atas dasar apa kau
sudi menjagaku"
Kau temukan kedamaian dalam cintamu yang
sempurna
Aku bertanya :
Dimana kuperoleh kesempurnaan ?
Diriku menjawab :
Kau akan memperoleh kesempurnaan ketika
kau merasa sebagai jarak yang tak
tertempuh, lautan tanpa tepi, dan nyala
api tanpa padam. Tapi itu baru setengah
dari kesempurnaan. Untuk mencapai
tujuanmu, kau harus merasa sebagai bayi
yang suci dan tanpa daya. Atau sebagai
pemuda yang kehilangan cinta. Karena
sebenarnya dari sana lah kau akan dapat
menyelami, melihat dan mengerti. Dan
akhirnya kau akan mendapat bayangan
kesempurnaan.
Aku bertanya :
Dimana bisa kutemui cinta ?
Diriku menjawab :
Kau kan temukan cinta dalam hatimu. Saat
kau takkan bisa berhenti untuk
memikirkan yang tercinta. Saat kau sakit
dan lemah, kau masih bisa memikirkannya.
Saat kau senang dan ceria, kau masih
peduli padanya. Dan sisihkan sedemikian
waktumu untuknya.
Damai, kesempurnaan dan cintamu berada
dalam sebuah botol tua yang berdebu dan
berhiaskan guratan hijau lumut zaman.
Botol itu adalah harapanmu
Dimana bisa kutemui kedamaian ?
Diriku menjawab :
Kau akan temui kedamaian disana, dimana
engkau sudah dengan tenang menyetorkan
kedamaian yang engkau jaga.Dan kedamaian
yang kau jaga, berkata padamu:
"Terimakasih telah menjagaku, walau ku
tak tahu sebenarnya atas dasar apa kau
sudi menjagaku"
Kau temukan kedamaian dalam cintamu yang
sempurna
Aku bertanya :
Dimana kuperoleh kesempurnaan ?
Diriku menjawab :
Kau akan memperoleh kesempurnaan ketika
kau merasa sebagai jarak yang tak
tertempuh, lautan tanpa tepi, dan nyala
api tanpa padam. Tapi itu baru setengah
dari kesempurnaan. Untuk mencapai
tujuanmu, kau harus merasa sebagai bayi
yang suci dan tanpa daya. Atau sebagai
pemuda yang kehilangan cinta. Karena
sebenarnya dari sana lah kau akan dapat
menyelami, melihat dan mengerti. Dan
akhirnya kau akan mendapat bayangan
kesempurnaan.
Aku bertanya :
Dimana bisa kutemui cinta ?
Diriku menjawab :
Kau kan temukan cinta dalam hatimu. Saat
kau takkan bisa berhenti untuk
memikirkan yang tercinta. Saat kau sakit
dan lemah, kau masih bisa memikirkannya.
Saat kau senang dan ceria, kau masih
peduli padanya. Dan sisihkan sedemikian
waktumu untuknya.
Damai, kesempurnaan dan cintamu berada
dalam sebuah botol tua yang berdebu dan
berhiaskan guratan hijau lumut zaman.
Botol itu adalah harapanmu
Romantiskah Aku ?
Kata-kata yang indah itu seakan
membutakan hatiku
Aku sudah terlanjur dibawa larut dalam
indahnya bertutur
Tapi aku sadar yang aku terima dari
kata-katanya hanya separuh dari yang
ingin ia sampaikan
Begitu rupa ia membawaku berenang dalam
samudra kata
Menyelam menikmati indahnya samudra
perasaannya
Hanya saja, aku tetap sadar bahwa diriku
sekarang tetap terjepit antara langit
dan bumi
Ia berikan aku harumnya wewangian pujian
Ia tempatkan aku pada pigura keindahan
Ia hembuskan semilir keceriaan yang
selama ini aku dambakan
Tapi aku harus tetap hidup dan bergelut
dengan masalahku sebelum tiba waktuku
rebahkan badanku
Aku benar-benar terbius oleh perlakuan
cantiknya padaku
Tatapannya siratkan cinta yang mengalir
lembut dalam nadiku
Duhai Penguasa Cinta, sadarkan dan
bangunkan aku. Aku takut terjebak dalam
sudut dosa yang Kau murkai.
Biarkan aku mengenal cintaku dengan
sederhana.
Biarkan aku ungkapkan kasihku dengan
takdir cintaku.
Biarkan dia merasakan perasaanku dengan
hatinya.
Karena aku masih manusia, dia manusia
membutakan hatiku
Aku sudah terlanjur dibawa larut dalam
indahnya bertutur
Tapi aku sadar yang aku terima dari
kata-katanya hanya separuh dari yang
ingin ia sampaikan
Begitu rupa ia membawaku berenang dalam
samudra kata
Menyelam menikmati indahnya samudra
perasaannya
Hanya saja, aku tetap sadar bahwa diriku
sekarang tetap terjepit antara langit
dan bumi
Ia berikan aku harumnya wewangian pujian
Ia tempatkan aku pada pigura keindahan
Ia hembuskan semilir keceriaan yang
selama ini aku dambakan
Tapi aku harus tetap hidup dan bergelut
dengan masalahku sebelum tiba waktuku
rebahkan badanku
Aku benar-benar terbius oleh perlakuan
cantiknya padaku
Tatapannya siratkan cinta yang mengalir
lembut dalam nadiku
Duhai Penguasa Cinta, sadarkan dan
bangunkan aku. Aku takut terjebak dalam
sudut dosa yang Kau murkai.
Biarkan aku mengenal cintaku dengan
sederhana.
Biarkan aku ungkapkan kasihku dengan
takdir cintaku.
Biarkan dia merasakan perasaanku dengan
hatinya.
Karena aku masih manusia, dia manusia
16 Mar 2008
Roman
Jiwa ini resah
Namun kau selalu dalam hatiku
Sejauh apapun ku berlari darimu
Kau selalu ada di hatiku
Ku mencari ke sudut dunia
Mencari sisa hatimu untukku
Ku mengais iba di hamparan harapan
Tapi hanya satu, hanya darimu
Mungkin kah kau kan hadir untukku ?
Mungkin kah kau kan sudi melengkapi sayapku ?
Mungkin kah kau kan datang dan hibur lelahku ?
Namun kau selalu dalam hatiku
Sejauh apapun ku berlari darimu
Kau selalu ada di hatiku
Ku mencari ke sudut dunia
Mencari sisa hatimu untukku
Ku mengais iba di hamparan harapan
Tapi hanya satu, hanya darimu
Mungkin kah kau kan hadir untukku ?
Mungkin kah kau kan sudi melengkapi sayapku ?
Mungkin kah kau kan datang dan hibur lelahku ?
Subscribe to:
Posts (Atom)