Pages

25 Apr 2008

Titip Ibuku Ya Allah

" Nak, bangun... udah adzan subuh.. Sarapanmu udah ibu siapin di meja..."
Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bias mengingat. Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku jadi seorang karyawan disebuah Perusahaan Tambang, tapii kebiasaan Ibu tak pernah berubah.
" Ibu sayang... ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa"
Pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika Ibu mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan. Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca .... orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak ..... tapi entahlah.... Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa.


Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya, " Bu, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih ? "
Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana . Terbata-bata Ibu berkata, " Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri ".

Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka dirii melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.

Diam-diam aku bermuhasabah. .. Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang ? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya ? Ketika itu kutanya pada Ibu, Ibu menjawab, " Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan . Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu . Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua."

Lagi-lagi aku hanya bisa berucap, " Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu. "

Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang wanita karier seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Ibuku untuk "cuti" dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu. Tapi tidak! Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi... Ah, maafin kami Ibu .... 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak pernah membuat Ibu lelah.. Sanggupkah aku ya Allah ?

" Nak... bangun nak, udah azan subuh ... sarapannya udah Ibu siapin dimeja.. " Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan, " Terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan Ibu...". Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. .. Cintaku ini milikmu, Ibu... Aku masih sangat membutuhkanmu. ... Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..

Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat "aku sayang padamu... ", namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah.

Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita ... Ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada. Percayalah.. kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia.

Wallaahua'lam

"Ya Allah, cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan Ibu..., dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku kecil "
Amiin Ya Robbal Alamiin
Kopipanas dari milis hasil tulisan : Mohamad Joban

22 Apr 2008

Rinduku...

Mengingatmu...
Terbangkan aku kepada saat berbahagiaku

Mengenangmu...
Ingatkan aku pada indahnya cinta kasihmu

Memilikimu...
Sadarkan aku bahwa aku pernah melewati saat yang indah

Memimpikanmu...
Buat aku enggan untuk kembali ke duniaku

Ayah, Ibu...
Kalian adalah mata hatiku
Jarak dan waktulah yang pisahkan kita sekarang
Tapi,
Cintamu akan tetap hidup dalam hatiku
Selamanya...
Terangkum dalam sebuah bingkai kebahagiaan
Berhiaskan keceriaan

Ayah,
Kau ajarkan aku untuk menjadi lelaki yang sabar
Kau titipkan padaku aura kebesaran jiwamu
Dan kau tiupkan dalam diriku keikhlasan
Kau cambukkan pecut keberanian dalam diriku

Ibu,
Kau hiasi aku untuk menyukai keindahan
Kau ajari aku kelembutan dan kasih sayang
Dan kau pula yang tanam dalam diriku
untuk bisa menghargai sebuah Cinta

Mencintaimu...
Buat aku merasa kaya akan cinta
walau kini aku hidup dalam dunia
yang orang di dalamnya
melukai cinta

Merindukanmu...
Sadarkan aku bahwa aku masih mempunyai hari esok
Ingatkan aku untuk tetap berjalan pada titianku



20 Apr 2008

Mohon Doa Restu

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh
Salam sejahtera

Teman-teman, saya user Friendster ber-ID Irfan. Salam kenal yah...
Irfan sadar, mungkin dari saat kita chat atau saling ngirim testi balesan. Irfan pernah menyakiti perasaan kalian dengan kekurangajaran yang Irfan sengaja atau tidak. Irfan memohon banyak maaf atau bahkan beribu-ribu maaf.

Mengingat saat ujian yang semakin mendekat, dan keterbatasan daya yang Irfan punya. Irfan memohon kepada teman-teman untuk sudi mendoakan Irfan. Lumayan susah lho...
Ntar klo Irfan ceritain. Kalian bakalan ikutan stress.

So, dengan ini. Sekali lagi Irfan butuh dukungan kalian. Vote for Irfan yah...(ga nyambung mode on)

Wassalamu'alaikum

Irfan Wahid (iPenK Project)

19 Apr 2008

Pengen Nulis..(antara hati dan jiwa)

Tangan ini tak bisa kucegat lagi.
Aku harus menulis walau hanya sebaris
Tapi di manakah bisa kutemukan inspirasi ?
Kalau seandainya tak sedikit terbersit apapun di hati

Halaaah... Nggombal.. !
Ucap hatiku, menambah malu yang kini bersembunyi di balik tirai PeDeku
Untuk apa kau tulis kata demi kata tanpa hikmah
Karena semakin banyak kata, semakin mahir dirimu membuat alasan

Tapi jiwaku berkata, "Tidak !"
Sesungguhnya kata-kata itu tidak mempunyai makna untuk menjelaskan perasaan.
Hanya saja, lewat kata aku bisa berimajinasi
Walau yang aku damba hanya ilusi

Weleh..weleh...Ngawur !
Cela hatiku lagi, yang kini semakin kuat benamkan kepalaku ke dalam lubang malu
Kau dicipta bukan untuk mengkhayal, sobat !
Usah kau terus angankan, toh akhirnya anganmu takkan nyata dalam duniamu yang fana

Tapi kini jiwaku teriak, "Tidak !"
Bukankah semua itu didasari atas sebuah renungan ?
Wahai hati, kau adalah khayalan seorang pujangga yang ingin wujudkan sosok halus dalam diri
Begitu pula aku jiwa, yang digambarkan penyair tuk ungkapkan kenginan hatinya

Piuuuuh...Cape deeh...!
Hatiku kini mengalah, karena ia sadar.
Sungguh sulit menyadarkan orang yang terbuai dalam mimpi indah.
Karena sesungguhnya jiwa selalu ingin merasakan manis tanpa ingin mencicipi pahit
Dan ingin menggapai yang jauh, tapi lewatkan yang ada dalam hati.

So, aku berpikir.
Siapakah yang akan aku ikuti ?

Terbersit di sana suara halus dan merdu berkata,
"Ikuti kata hatimu, tapi jangan tinggalkan bisikan jiwamu..."
Kau semestinya bisa mendamaikan hati dan jiwamu. Hingga kau bisa mendapatkan
sebuah untaian hikmah bagi seorang perindu.

Halaaaah...pikirku... Ga ada yang beres...
Tapi, aku kagum. Sekaligus kaget. Atau terbalik, kaget sekaligus kagum.
Aku akhirnya bisa menulis....Horeeeeeee. !!!!
Puas dahaga tangan ini...