Pages

19 Apr 2008

Fana 5th



Fana melebarkan langkahnya. Sesaat ia merasa bimbang akan apa yang akan ia tuju. Tapi harap lebih besar dari ragunya.

Ia merasa langkahnya terdorong menuju magnet ilmu. Entah itu di bayangan bumi sebelah mana.

Di sana, di dekat rimbunan kurma ia berhenti. Di hadapannya berdiri sosok ringkih dan rapuh. Fana menyapanya dengan hati, mengharap jawaban dari hati. Tapi orang asing itu berkata dengan jiwanya.
Fana berkata, "Duhai saudaraku yang aku lebih beruntung daripadamu atas kenikmatan jasmaniku." "Mengapa dikau
berdiri di sini, tidakkah panas mengusirmu dan kesegaran merayumu ?"

Orang itu menjawab, "Aku menunggu.."

"Apa yang sedemikian besar hingga kau paksa kakimu yang
menjerit itu terus berdiri ?" Fana bertanya atas bisikan rasa penasarannya

"Aku menunggu rasa optimisku, dan dengan sabar ini aku
mengusir pesimisku.." "Dan kau pasti bertanya padaku mengapa aku menanti optimisku walau sudah separuh umurku kuserahkan padanya"
"Aku akan memberimu jawabnya wahai saudaraku, bahwasanya orang yang berpikiran optimis akan selalu memandang segala sesuatu itu sulit, tapi mungkin. Berbeda dengan orang yang berfikiran pesimis. Mereka selalu memandang segala sesuatu
itu mungkin, tapi sulit"

Fana terhenyak. Bersama detik yang berjalan, hatinya luluh akan derasnya aliran kata penuh hikmah. Tapi, sekali lagi orang rapuh itu berkata seakan telah membaca fikirannya.

"Kata-kata itu sebenarnya tidak mempunyai makna untuk menjelaskan sebuah perasaan. Usah kau fikirkan dalam-dalam hingga kau mabuk oleh tuak penasaranmu"

Fana kali ini benar-benar tersentak dan perlahan jatuh bersimpuh. Ia benar-benar kagum dan heran. Ia ingin belajar banyak dari orang itu.Ia ingin ikut menyelami rahasia alam yang tersimpan dalam perut bumi dan tertutupi oleh batas kemampuan manusia. Tapi selimut keraguan kembali tutupi mata hatinya. Walau akhirnya orang itu kembali berkata kepadanya.

"Wahai Fana, belajar itu adalah cinta yang mengejahwantah. Jika engkau tidak sanggup belajar dengan cinta. Maka lebih baik bagimu duduk dengan mengulurkan tangan di depan gerbang ilmu yang orang di dalamnya belajar dengan cinta"

Fana terisak dalam tangisnya. Ia merasa menemukan oase mata air, bagaikan Isis menemukan jasad Osiris yang ia rindukan dalam kelabu malam sepinya.

Fana berkata." Ajari aku luasnya ilmu Tuhanku, izinkan aku memikul sedikit dari titipan-Nya padamu." "Agar aku bisa mencicipi manisnya pengetahuan dan aku akan bahagia dengan kesempatan itu."

Orang itu berkata sebelum akhirnya hilang,"Fana, sesungguhnya setengah dari apa yang aku ungkap adalah tanpa makna. Namun begitu rupa aku katakan hingga separuh yang lainnya sampai kepadamu" "Diatas seorang ahli ilmu pasti ada Yang menguasai semua cabang ilmu."

Fana bangkit dan kembali merenung dalam perjalanan pulangnya.Ia berkata, "Betapa besarnya harapku akan ilmu, hingga akhirnya pahatan hasrat itu benar-benar membekas dan beruang dalam hatiku"

"Duhai Tuhan, Kaulah rahasia terbesar dalam hidupku. Takkan mampu aku ungkap diri-Mu dengan batas akalku. Hanya saja, ukirlah dalam hatiku rasa cinta yang tulus dalam
keterbatasanku memahami-Mu"

Mau ujian euy ! Minta doa yah...

18 Apr 2008

Modus Pencurian Password di FS

Ada modus baru pencurian user id ama password friendster. Hati-hati teman-teman. Modusnya adalah sebagai berikut:

1. Lu bakal dapat private-message dari salah satu kenalan lu (yang udah kena hack); yang isinya kurang lebih seperti ini "Eh lo kenal ma Adit yang testi gw gak? Please liat testi gw bentar dong."

2. Kemudian lu pasti donk langsung liat profile temen lu.

3. Saat lu buka profile temen lu,halaman fs lu bakal berubah jadi halaman login (minta userid ma
password). Lu bakal mikir "Ah, session timeout" terus kemungkinan besar lu bakal isi userid ma
password dan klik Login. Sebenarnya halaman yang muncul tersebut bukan halaman dari Friendster, melainkan halaman dummy yang dibuat oleh hacker persis dengan halaman friendster.
Halamannya adalah:
http://www.friendlisters.com/fs/friendster.html

4. Nah, data user-id ma password lu ini terlanjur dikirim ke alamat website si
hacker (www.friendlisters.com), dan jadinya kalau lu ga segera ubah password lu, maka tinggal tunggu waktu si hacker login ke account lu, ganti password kemudian mulai msg temen-temen lu.

Modus ini akan berkembang cepat sekali kalau kita semua ga tanggap.

Kemungkinan besar, cara menyisipkan halaman tersebut adalah memanfaatkan testimonial yang ada.

Jadi teman-teman, ada baiknya:
1. Filter testimonial yang ada. Kalau dari user asing / ga kenal, sebaiknya di
delete.
2. Buat amannya jangan sembarang add user yang tidak kita kenal.
3. Kalau lu terlanjur mengalami hal seperti diatas, baca message dengan
modus yang mirip, terus pas lu buka profile nya eh malah disuruh login lagi, buruan ganti password lu.

Sebarkan informasi ini agar teman-teman lain tau soal modus ini dan tidak sampai
terkena.


Baca dan sebarkanlah pada seluruh dunia
sumber: dimas

15 Apr 2008

Ashir Mango


Musim panas tiba, saatnya tinggalkan selimut dan jaket. Saatnya membersihkan diri.

Itulah sekelumit dari dinamika kehidupan masisir (Mahasiswa Indonesia Mesir). Menginjak perubahan musim dari musim dingin menuju musim panas. Selain kegiatan yang mulai kembali aktif, aktifitas masisir pun mulai beraneka-macam. Semua sesuai dengan tipologi aktifitas masisir. Ada yang aktif di kajian, diskusi, organisasi, pers/jurnalistik, rihlah (hohoho...), kembali buka usaha, ada yang mendekam diri di rumah ditemani monitor, ada yang muqorror minded, ada pula yang gila nonton film. Semua mewarnai kehidupan tanpa (insya Allah) mempengaruhi kegiatan akademis. Dan itulah yang disebut keanekaragaman yang indah. Masing-masing individu bisa mengembangkan bakatnya. Jangan dikira yang kerjaanya cuman OL hanya bisa chatting (di sini digelari Lc-Lancar Chatting). Bisa saja mereka aktif di milis-milis atau wadah diskusi virtual sambil menyelam dunia maya. Atau bahkan, mereka bisa menguasai sistem penulisan kode HTML. Subhanallah..Luar biasa.

Tapi menginjak akhir bulan April ini, akan diadakan ujian termin kedua Universitas al-Azhar. Semua yang dulunya berpencar, kini kembali merapatkan barisan. Menghadapi ujian. Tidak tanggung-tanggung, ujian kali ini juga menyertakan ujian lisan Al-Quran sebanyak 2 juz. Dan itu tidak boleh diremehkan kalo tidak mau dibantai oleh duktur pengujinya nanti.


Kalau termin pertama, kami ditemani oleh bekunya dingin musim di gurun. Tak ada tempat untuk berlari selain selimut dan segelas syai. Dan akhirnya, bisa diduga. Kantuk pun datang menghinggapi. Kini, musim panas tiba. Tidak ada alasan untuk tidak belajar sungguh-sungguh. Panas, gerah ? Ada air, berendam aja. Atau bahkan dengan sebotol ashir manggo, mungkin saja bisa menambahkan sedikit kesegaran untuk bisa kembali menatap muqorror dengan rasa cinta yang dalam. Ana musy kadzdzaabah ! [hehehe..kata si Noura]

Sesuai dengan apa yang dicita-citakan dari Lokakarya yang diadakan dengan biaya luar biasa. Maka, sebagai mahasiswa sudah saatnya mewujudkan apa yang diharapkan dari Lokakarya tersebut. Dukungan dari Azhar ada. Dari pemerintah, sudah disaksikan sendiri. Trus, apalagi yang bisa memberikan motivasi bagi diri selain dari dalam diri sendiri ?
Usahakanlah target ujian kali ini bisa meraih minimal jayyid lah... Kalo ga bisa ya Mumtaz laah... Jangan Mentazzz... na'udzubillah..

Tapi dengan ujian ini juga, jangan sampai kreatifitas diri terkekang. Jiwa kritis masisir tersumbat. Usahakan untuk tetap terasah.
Masalah keluhan..?
Udah capek tuh sama keluhan, "ana ga bisa"-"ana ga faham"-"ana blom hafal".
Jadi inget pepatah di buku Make The World Wide nya Eko Wahyu yang di sana tertulis :
"Orang yang berpikiran optimis selalu memandang segala sesuatu (saya batasi di sini sebagai tantangan) itu sulit, tetapi mungkin. Sedangkan orang yang berpikiran pesimis selalu memandang segala sesuatu itu mungkin, tapi sulit."

Mari, dengan berbekal sebotol ashir manggo kita raih prestasi yang tinggi. Masisir ga bisa berprestasi ? Hadzihi Fitnah [kata Fakhri lagi heheheh...]

Wallahu a'lam bis shawab

Ihrish 'alaa maa yanfa'uka wa la ta'jizan wasta'in billah

14 Apr 2008

Fana 4th


Sore itu awan bergurat merah
Mentari kelelahan, ini bisa dilihat dari cahayanya yang suram
Debu-debu dan angin saling berpelukan enggan untuk berpisah
Langitpun merengut, kelelahan oleh panasnya udara

Dan Fana masih dalam lamunannya
Hingga sesosok besar menghampirinya
Dan berkata,
"Fana, apa yang kau persiapkan jikalau kujemput engkau sekarang ?"
"Apa alasan yang akan kau ajukan seandainya saat kujemput nanti kau dalam keadaan
berdosa ?"
"Fana, sebanyak apakah bekalmu sebelum nanti kucabut nyawamu ?"

Fana tersentak, sosok itu jelas
Jelas di hadapannya...
Ia tersedak, tenggorokannya tercekat oleh dinding kata yang sulit terucap
Ia menangis
Ia sadar, hidupnya terlalu mahal untuk dilalui dengan lamunan

Makhluk itu kembali berkata, dan kali ini dengan suara yang menggelegar :
"Wahai manusia, engkau dimuliakan atas kami. Kami sematkan mahkota kemuliaan atasmu oleh Tuhanmu. Tapi, kau nafikan mahkota itu."
"Wahai manusia, kau lewatkan umurmu dengan sesuatu yang nista. Kau telah menjual kenikmatan abadimu dengan kenikmatan sesaatmu. Dan sesungguhnya Dia tidak akan mengakhirkan waktumu, tidak pula Ia memanjangkan jalanmu."

Fana, begitu ia menyebut dirinya. Berkata,
"Wahai Tuhan jauh sudah
lelah kaki melangkah
aku hilang tanpa arah
rindu hati sinar-Mu"

"Wahai Tuhan aku lemah
hilang terlumur noda
hapuskanlah terangilah
jiwa di hitam jalanku"

"Ampunkanlah aku
terimalah taubatku
sesungguhnya Engkau
sang Maha Pengampun Dosa"

"Ya Robbi, ijinkanlah
aku kembali pada-Mu
meski mungkin takkan sempurna
aku sebagai hamba-Mu"

"Ampunkanlah aku
terimalah taubatku
sesungguhnya Engkau
sang Maha Pengampun Dosa"

"Berikanlah aku
kesempaatn waktu
aku ingin kembali
kembali ke jalan-Mu"

"Dan meski aku tak layak
sujud pada-Mu
dan sungguh tak layak
aku..."*

Fana larut dalam sedu sedan tangisnya
Hingga akhirnya panggilan itu tiba
Dan ia kembali ke peraduannya
Dengan air mata, berurai bersama sesalnya

*Diambil dari lirik Lagu Taubat-Opick